Pentingnya Memilih Asuransi Kesehatan untuk Orang Tua

Pentingnya Memilih Asuransi Kesehatan untuk Orang Tua

Pentingnya Memilih Asuransi Kesehatan untuk Orang Tua

Kasih orang tua sepanjang masa, kasih anak seharusnya sama. Melihat betapa kasih orang tua tercurah sejak anak kecil hingga dewasa, rasanya tidak tepat membalasnya dengan kasih sepanjang galah saja. Memilih asuransi kesehatan untuk orang tua bisa menjadi wujud bakti.

Asuransi kesehatan tidak hanya bisa didapatkan oleh mereka yang masih berusia prima. Banyak juga peserta asuransi kesehatan yang berusia senja.

Sebagai anak, sudah selayaknya memilihkan asuransi kesehatan untuk orang tua agar mendapatkan yang paling tepat. Tak perlu lagi bikin repot orang tua, yang mungkin sudah tak mampu lagi memilah-milah layanan sesuai dengan kebutuhan.

Detail proteksi asuransi untuk orang tua berbeda. Penyebabnya antara lain kondisi mereka yang sudah renta sehingga risiko kesehatannya lebih tinggi.

Namun manfaat asuransi kesehatan yang bisa dinikmati tetap sama. Hanya, ada beberapa hal yang butuh lebih banyak perhatian demi pilihan terbaik. Berikut ini panduan memilih asuransi kesehatan untuk orang tua.

  1. Usianya berapa?

Batas usia orang tua yang bisa ikut asuransi kesehatan biasanya mentok hingga 70 tahun. Tapi ada juga yang hingga umur 99 tahun.

Cari asuransi yang menawarkan layanan sesuai dengan usia. Akan lebih baik jika ada fitur perpanjang polis secara otomatis.

Polis umumnya berlaku setahun. Bila ingin terus menikmati manfaat asuransi kesehatan, harus ada perpanjangan sebelum jatuh tempo.

Beberapa asuransi kesehatan untuk orang tua menawarkan perpanjangan otomatis. Jadi, misalnya orang tua sedang dirawat di ICU dan anaknya belum bisa mengurus perpanjangan, polis bisa terus berlaku dan manfaatnya tetap tersedia.

  1. Ada perlindungan untuk pre-existing condition?

Pre-existing condition adalah kondisi ketika seseorang sudah terkena suatu penyakit sebelum ikut asuransi. Biasanya kondisi ini tak diterima oleh pihak asuransi, atau diterima tapi preminya lebih besar.

Khusus buat orang tua, yang lebih berisiko punya pre-existing condition karena faktor usia, hal ini perlu diperhatikan. Ada asuransi yang menerima kondisi itu tapi dengan syarat tertentu.

Misalnya klaim atas biaya kondisi tersebut baru bisa diajukan setelah masa tunggu dua tahun. Masa tunggu adalah jarak waktu antara pembelian polis dan pengajuan klaim pertama.

  1. Cashless atau reimbursement?

Ada dua jenis sistem klaim asuransi kesehatan, yaitu cashless dan reimbursement. Sistem cashless lebih praktis karena tinggal memberikan kartu asuransi saja saat menjalani perawatan. Soal biaya menjadi urusan antara rumah sakit dan pihak asuransi.

Sedangkan sistem reimbursement perlu duit talangan dulu dari peserta asuransi. Prosedurnya: pasien membayar biaya rumah sakit dulu, baru meminta klaim pencairan biaya ke pihak asuransi dengan syarat-syarat tertentu.

Buat yang tinggal terpisah dengan orang tua, sistem cashless lebih disarankan untuk kepraktisan. Terlebih jika orang tua sudah pensiun tanpa ada penghasilan lagi.

Namun sistem cashless hanya bisa dipakai di rumah sakit rekanan asuransi. Makin bonafide perusahaan asuransi, jaringan rumah sakit yang menjadi mitra umumnya lebih luas.

  1. Ada coordination of benefit?

Asuransi kesehatan swasta bisa disandingkan dengan BPJS Kesehatan walau keduanya bersaing. Ada beberapa layanan asuransi kesehatan yang memberikan penawaran BPJS Kesehatan+.

Layanan ini mencakup pertanggungan BPJS Kesehatan plus biaya lain yang tidak ditanggung. Jadi orang tua bisa mendapat manfaat ganda dari asuransi swasta dan BPJS Kesehatan.

Ada pula coordination of benefit berupa klaim reimbursement atas biaya yang tidak ditanggung BPJS. Jadi selisih biaya akan diganti oleh asuransi dengan memberikan kuitansi dan surat keterangan dari rumah sakit.

Asuransi kesehatan penting dimiliki oleh orang tua sebagai antisipasi risiko kesehatan di masa depan. Tugas anak adalah membantu menyiapkan langkah antisipasi tersebut.

Usia orang tak ada yang tahu. Manusia hanya bisa berusaha dan berjaga-jaga. Dengan adanya asuransi kesehatan, risiko pengeluaran orang tua membengkak untuk membiayai pengobatan bisa ditekan.

Bahkan risiko itu dapat dihilangkan sama sekali dengan memilih asuransi kesehatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Misalnya dengan membandingkan layanan asuransi di situs Lifepal.

Namun tidak berarti orang tua tak dilibatkan sama sekali dalam pemilihan asuransi. Bagaimanapun, merekalah yang akan mendapat perlindungan. Konsultasi tetap diperlukan agar tidak terjadi miskomunikasi.

You May Also Like

About the Author: Abu Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *